Nama : Ni Luh Ayu Noviasari
Nim : 13110111064
Kelas : MPB/6
MANAJEMEN PERHOTELAN
Perkembangan E-retail di Indonesia
Perkembangan E-retail di Indonesia dewasa ini sejalan dengan makin populernya Online Shopping di dunia pada
saat ini. Toko online di Indonesia baru mulai populer di tahun 2006.
Pada akhir tahun 2008 jumlah toko online di Indonesia meningkat puluhan hingga
ratusan persen dari tahun sebelumnya. Faktor pendukungnya adalah makin
banyaknya pengguna internet di Indonesia, yang tadinya hanya sekitar 2.000.000
orang pada tahun 2000 menjadi 25.000.000 pengguna pada tahun 2008
(internetworldstats.com, data hingga Juni 2008). Faktor kedua yang menyebabkan
hal tersebut, karena semakin mudah dan murahnya koneksi internet di Indonesia,
ketiga semakin banyak pendidikan dan pelatihan pembuatan toko online dengan
harga sangat terjangkau.
Semakin banyak
e-commerce (layanan untuk sarana jual/beli online) yang berkembang di Indonesia
membuat banyak perubahan pola belanja masyarakat yang awal bersifat
konvensional kini berbelanja cukup dengan memilih produk yang ada di web/blog.
Website depkominfo telah mempunyai halaman sistem informasi pemetaan e-commerce
Indonesia, namun sistem tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa
toko online memiliki data web yang selalu terupdate dan memiliki informasi
kontak yang jelas. Toko online lainnya ada yang datanya tidak update (informasi
terakhir adalah data antara 1 bulan hingga 12 bulan sebelumnya), ada pula yg
tidak memiliki informasi kontak secara jelas, dan fitur e-commerce yang tidak
lengkap.
Saat ini diperkirakan
jumlah toko online di Indonesia telah berjumlah ratusan, Menurut data
statistik: jumlah masyarakat online di seluruh dunia (data tahun 2007) adalah
1,2 milyar dan diperkirakan bertumbuh menjadi 1,9 milyar pada tahun 2011.
Pertumbuhan pengguna internet yang amat pesat nampak di seluruh benua, benua
Asia tertinggi dari benua-benua lainnya. Data Jurnal Bisnis Internasional: para
pebisnis kecil yang menggunakan internet marketing bertumbuh 46 % lebih cepat
dibanding mereka yang belum menggunakan internet marketing. Media digital
seperti internet telah merajai seluruh area bisnis dan komunikasi, mengalahkan
media print (cetak).
Toko online sangat
indentik dengan UMKM, baik dari segi permodalan hingga manajemennya, bedanya
hanya medianya saja, UMKM menganut media offline, sedangkan toko online
menggunakan cara online. Namun satu hal yang cukup penting adalah belum adanya
lembaga yang mewadahi dan mampu melindungi toko online Indonesia. Untuk
komunitas toko/bisnis online sendiri ada beberapa yang sudah terbentuk
diharapkan dapat menumbuhkan bisnis online di Indonesia. Contoh penyedia
layanan E-Retail adalah TokoBagus, Lazada, Kaskus dan masih banyak lagi yang
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar