DEFINISI PERILAKU KONSUMEN, RISET PASAR,
DAN CRM (CONSUMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)
Perilaku Konsumen
Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas
ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian,
penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan
keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk
membuat keputusan pembelian.
Riset Pasar
Riset
pasar adalah sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar
akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga
mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan
oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang
sesuai dengan pasar dan dapat membuat produk atau jasa dapat bersaing di
pasaran. Dengan riset pasar dapat diketahui pula siapa saja yang membutuhkan
produk atau jasa yang ditawarkan, dimana produk atau jasa tersebut di
butuhkan,dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dan
dapan juga diketahui seberapa besar pemintaan dan potensi permintaan, kapan
permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersbut menurun dari
konsumen. Sehingga akan mempermudah saat merencanakan strategi bisnis dan dapat
menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal. Bisa dibilang riset pasar
adalah otak dalam berbisnis, sebab inilah yang menentukan kemana langkah
strategi dalam berbisnis. Itulah definisi riset pasar dan tujuannya.
CRM (Customer Relationship Management)
CRM
merupakan sebuah pendekatan baru dalam mengelola hubungan korporasi dan
pelanggan pada level bisnis sehingga dapat memaksimumkan komunikasi, pemasaran
melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda dengan pelanggan. Pendekatan
ini memungkinakn untuk mempertahankan pelanggan dan memberikan nilai tambah
terus menerus pada pelanggan, selain juga memperoleh keuntungan yang
berkelanjutan.
Hal yang perlu dipahami adalah bahwa dari
luar, pelanggan yang berinterkasi dengan perusahaan hanya memahami bisnis yang
dilakukan oleh perusahaan sebagai satu entitas, tidak lebih; meskipun pelanggan
juga berinteraksi dengan sejumlah pekerja yang berbeda peran dan departemennya.
Semua itu tetap dianggap sebagai satu kesatuan. Dengan CRM, dukungan pada
proses bisnis, informasi tentang pelanggan dan interaksinya dapat dimasukkan,
disimpan, diakses oleh semua staf pada berbagai unit kerja dengan tujuan untuk meningkatkan
layanan yang diberikan pada pelanggan, dan menggunakan informasi kontak
pelanggan untuk target pemasaran.
CRM (customer relationship management)
mengkombinasikan kebijakan, proses, dan strategi yang diterapkan organisasi
menjadi satu kesatuan yang digunakan untuk melakukan interaksi dengan pelanggan
dan juga untuk menelusuri informasi pelanggan. Pada era saat ini, implementasi
CRM selalu akan menggunakan teknologi informasi untuk menarik
pelanggan baru yang mengguntungkan, hingga mereka memiliki keterikatan pada
perusahaan.
Konsep ini juga banyak digunakan sebagai
sebuah terminologi pada industri informasi sebagai sebuah metodologi, piranti
lunak, dan bahkan sebagai kapabilitas internet yang membantu korporasi
mengelola hubungan pelanggan. Piranti ini memungkinkan korporasi untuk
menjelaskan hubungan secara cukup rinci sehingga manajemen, staf penjualan,
staf pelayanan, dan bahkan pelanggan dapat secara langsung mengakses informasi,
menyesuaikan kebutuhan antara kebutuhan dan produk, pengingatan pelanggan pada
layanan tertentu, dan sebagainya. Dalam pengembangan piranti lunak CRM harus
dilakukan pendekatan yang holistik. Terkadang inisiatif implementasi piranti
lunak CRM gagal dilakukan karena hanya terbatas pada instalasi piranti saja,
tanpa memperhatikan konteks, dukukangan dan pemahaman staf, dan pemenfaatan
sepenuhnya sistem informasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar