Rabu, 18 Mei 2016

Tugas 8 E-COMMERCE

DEFINISI PERILAKU KONSUMEN, RISET PASAR, 
DAN CRM (CONSUMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)

Perilaku Konsumen
       Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Riset Pasar
            Riset pasar adalah sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang sesuai dengan pasar dan dapat membuat produk atau jasa dapat bersaing di pasaran. Dengan riset pasar dapat diketahui pula siapa saja yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan, dimana produk atau jasa tersebut di butuhkan,dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dan dapan juga diketahui seberapa besar pemintaan dan potensi permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersbut menurun dari konsumen. Sehingga akan mempermudah saat merencanakan strategi bisnis dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal. Bisa dibilang riset pasar adalah otak dalam berbisnis, sebab inilah yang menentukan kemana langkah strategi dalam berbisnis. Itulah definisi riset pasar dan tujuannya.

CRM (Customer Relationship Management)
            CRM merupakan sebuah pendekatan baru dalam mengelola hubungan korporasi dan pelanggan pada level bisnis sehingga dapat memaksimumkan komunikasi, pemasaran melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda dengan pelanggan. Pendekatan ini memungkinakn untuk mempertahankan pelanggan dan memberikan nilai tambah terus menerus pada pelanggan, selain juga memperoleh keuntungan yang berkelanjutan.
Hal yang perlu dipahami adalah bahwa dari luar, pelanggan yang berinterkasi dengan perusahaan hanya memahami bisnis yang dilakukan oleh perusahaan sebagai satu entitas, tidak lebih; meskipun pelanggan juga berinteraksi dengan sejumlah pekerja yang berbeda peran dan departemennya. Semua itu tetap dianggap sebagai satu kesatuan. Dengan CRM, dukungan pada proses bisnis, informasi tentang pelanggan dan interaksinya dapat dimasukkan, disimpan, diakses oleh semua staf pada berbagai unit kerja dengan tujuan untuk meningkatkan layanan yang diberikan pada pelanggan, dan menggunakan informasi kontak pelanggan untuk target pemasaran.
CRM (customer relationship management) mengkombinasikan kebijakan, proses, dan strategi yang diterapkan organisasi menjadi satu kesatuan yang digunakan untuk melakukan interaksi dengan pelanggan dan juga untuk menelusuri informasi pelanggan. Pada era saat ini, implementasi CRM selalu akan menggunakan teknologi  informasi untuk menarik pelanggan baru yang mengguntungkan, hingga mereka memiliki keterikatan pada perusahaan.
Konsep ini juga banyak digunakan sebagai sebuah terminologi pada industri informasi sebagai sebuah metodologi, piranti lunak, dan bahkan sebagai kapabilitas internet yang membantu korporasi mengelola hubungan pelanggan. Piranti ini memungkinkan korporasi untuk menjelaskan hubungan secara cukup rinci sehingga manajemen, staf penjualan, staf pelayanan, dan bahkan pelanggan dapat secara langsung mengakses informasi, menyesuaikan kebutuhan antara kebutuhan dan produk, pengingatan pelanggan pada layanan tertentu, dan sebagainya. Dalam pengembangan piranti lunak CRM harus dilakukan pendekatan yang holistik. Terkadang inisiatif implementasi piranti lunak CRM gagal dilakukan karena hanya terbatas pada instalasi piranti saja, tanpa memperhatikan konteks, dukukangan dan pemahaman staf, dan pemenfaatan sepenuhnya sistem informasi.


TUGAS E-COMMERCE 7



Nama : Ni Luh Ayu Noviasari
Nim   : 13110111064
Kelas : MPB/6
MANAJEMEN PERHOTELAN


Perkembangan E-retail di Indonesia


Perkembangan E-retail di Indonesia dewasa ini sejalan dengan makin populernya Online Shopping di dunia pada saat ini.  Toko online di Indonesia baru mulai populer di tahun 2006. Pada akhir tahun 2008 jumlah toko online di Indonesia meningkat puluhan hingga ratusan persen dari tahun sebelumnya. Faktor pendukungnya adalah makin banyaknya pengguna internet di Indonesia, yang tadinya hanya sekitar 2.000.000 orang pada tahun 2000 menjadi 25.000.000 pengguna pada tahun 2008 (internetworldstats.com, data hingga Juni 2008). Faktor kedua yang menyebabkan hal tersebut, karena semakin mudah dan murahnya koneksi internet di Indonesia, ketiga semakin banyak pendidikan dan pelatihan pembuatan toko online dengan harga sangat terjangkau.
Semakin banyak e-commerce (layanan untuk sarana jual/beli online) yang berkembang di Indonesia membuat banyak perubahan pola belanja masyarakat yang awal bersifat konvensional kini berbelanja cukup dengan memilih produk yang ada di web/blog. Website depkominfo telah mempunyai halaman sistem informasi pemetaan e-commerce Indonesia, namun sistem tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.  Beberapa toko online memiliki data web yang selalu terupdate dan memiliki informasi kontak yang jelas. Toko online lainnya ada yang datanya tidak update (informasi terakhir adalah data antara 1 bulan hingga 12 bulan sebelumnya), ada pula yg tidak memiliki informasi kontak secara jelas, dan fitur e-commerce yang tidak lengkap.
Saat ini diperkirakan jumlah toko online di Indonesia telah berjumlah ratusan, Menurut data statistik: jumlah masyarakat online di seluruh dunia (data tahun 2007) adalah 1,2 milyar dan diperkirakan bertumbuh menjadi 1,9 milyar pada tahun 2011. Pertumbuhan pengguna internet yang amat pesat nampak di seluruh benua, benua Asia tertinggi dari benua-benua lainnya. Data Jurnal Bisnis Internasional: para pebisnis kecil yang menggunakan internet marketing bertumbuh 46 % lebih cepat dibanding mereka yang belum menggunakan internet marketing. Media digital seperti internet telah merajai seluruh area bisnis dan komunikasi, mengalahkan media print (cetak).
Toko online sangat indentik dengan UMKM, baik dari segi permodalan hingga manajemennya, bedanya hanya medianya saja, UMKM menganut media offline, sedangkan toko online menggunakan cara online. Namun satu hal yang cukup penting adalah belum adanya lembaga yang mewadahi dan mampu melindungi toko online Indonesia. Untuk komunitas toko/bisnis online sendiri ada beberapa yang sudah terbentuk diharapkan dapat menumbuhkan bisnis online di Indonesia.  Contoh  penyedia layanan E-Retail adalah TokoBagus, Lazada, Kaskus dan masih banyak lagi yang lainnya.

TUGAS 5 E-COMMERCE
Analisis SWOT pada Perusahaan yang menerapkan sistem e-commerce

Nama : Ni Luh Ayu Noviasari
Nim   : 13110111064
Kelas : MPB/6
MANAJEMEN PERHOTELAN

Rakuten.co.id
Di Indonesia, Rakuten resmi di buka oleh Hirosi Mitikani dan Hary Tanoesoedibjo selaku CEO dari masing-masing perusahaan (Rakuten, Inc & MNC Group). Perusahaan ini menjual berbagai macam produk dan mencakup semua kalangan, baik muda ataupun tua, wanita maupun pria, semuanya ada di sini.
Mulai dari Fashion, kebutuhan rumah tangga, elektronik, Busana Muslim, Mainan, Makanan, Minuman, otomotif, sampai popok untuk bayi pun ada dan masih banyak lagi produk-produk dengan harga terjangkau lainnya. Rakuten bukan pengecer tetapi agen yang membantu para produsen menjual produk ke konsumen melalui e-Commerce. Rakuten terdapat di seluruh dunia, seperti Los angeles, Eropa dan kantor pusatnya di Tokyo. Kantor-kantor ini berhubungan lewat konfrensi video.
Perusahaan ini memiliki acara-acara non-formal yang digunakan untuk mendekatkan pihak manajemen dengan para karyawannya. Misalnya dengan mengadakan acara pesta ulang tahun setiap bulan dan makan-makan di hari tertentu.  Para karyawan pun mengikuti pelatihan skala internasional yaitu pergi ke Jepang dengan skala global. 
Rakuten.co.id lebih banyak menginvestasikan uang dalam jumlah besar ke dalam system canggih yang dikenal dengan nama Global E-commerce Platform sehingga menunjang operasional perusahaan yang berbasis internet ini

Strengths (Kekuatan) : 
  •  Kekuatan pada rakuten.co.id adalah kelengkapan segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh tiap orang. Mulai dari kebutuhan primer sampai kebutuhan tersier yang tidak memandang kalangan manapun. Kemudahan dalam mengakses situs, pembelian, pembayaran, dan jelasnya pengiriman barang membuat rakuten menjadi saingan yang berat bagi perusahaan online yang lain.
  • Dengan adanya penggolongan kategori produk yang dibutuhkan oleh konsumen membuat orang awam yang jarang menggunakan internet menjadi mudah menggunakannya.
  • Memiliki desain dan nama yang menarik agar mudah diingat oleh orang-orang.
Weaknesses (Kelemahan) :
  • Terlalu banyak iklan yang terdapat dalam situs itu Sehingga membuat pelanggan bingung akan memilih suatu produk.
  • Pembayaran menggunakan kartu kredit yang sedikit peminatnya, karena di Indonesia tidak banyak orang yang mempunyai kartu kredit.
Opportunities (Peluang) :
·         Dapat menembus pasar global
·         Bisa mengalahkan Bisnis offline

Threats (Ancaman) :
  •  Banyak situs online yang menjual barang yang sama
  •  Kebijakan pemerintah Indonesia yang berubah-ubah menjadi ancaman dalam pengaturan strategi


LAZADA
Salah satu contoh dari perusahaan yang menggunakan E-commerce adalah Lazada Indonesia. Lazada Indonesia (www.lazada.co.id) lebih berfokus kepada tipe e-commerce B2C atau Business to Customer karena tujuan utama perusahaan adalah menyerap customer individu yang melakukan transaksi di situs mereka. Dalam Business to Customer akan lebih terfokus bagaimana mekanisme dasar bagi pembeli untuk mengakses perusahaan tersebut di dalam sebuah web yang sudah disediakan oleh perusahaan. Setelah itu bagaimana pelayanan situs tersebut dan yang paling rumit adalah bagaimana menciptakan tantangan utama untuk penjualan. E-commerce memberikan pengalaman berbelanja yang sesungguhnya dengan dapat membeli dari rumah dan dapat dilakukan selama 24 jam dalamsehari, 7 hari dalam seminggu.

Strengths (Kekuatan) : 
  • Transaksi antara pembeli dan penjual dilakukan secaracepat, mudah dan murah.
Weaknesses (Kelemahan) :
  • Barang tidak bisa dipegang secara langsung, kadang barang tersebut tidak sesuai dengan yang kita inginkan / beda dengan yang ditampilkan
Opportunities (Peluang) :
  • Dapat menghasilkan produk baru yang banyak diminati customer / permintaan dari customer, jika produk sesuai, bagus dan memuaskan konsumen otomatis akan laris terjual
Threats (Ancaman) :
  • Dikhawatirkan adanya pembuatan website palsu, persaingan harga, kualitas, persaingan secara global, tidak adanya jaminan bahwa transaksi e-commerce terbebas dari upaya perusakan/pemanipulasian data dan tentu akan berdampak pada berkembangnya aktivitas ekonomi.

OLX
OLX adalah sebuah situs web iklan baris di Indonesia yang difokuskan untuk membeli dan menjual produk serta jasa online. OLX Indonesia adalah tempat untuk mencari barang baru atau bekas berkualitas seperti produk elektronik, otomotif, rumah, peralatan rumah tangga, aneka jasa, dan juga lowongan kerja.
Pasang iklan gratis adalah salah satu layanan yang disediakan oleh OLX Indonesia untuk para penjual. Dalam melakukan transaksi di OLX Indonesia, baik jual ataupun beli, juga tidak dikenakan biaya. Tidak hanya itu, OLX Indonesia juga dapat menjadi search engine yang friendly karena bukan hanya pengunjung situs yang dapat menemukan iklan yang dipublikasikan, tetapi juga orang-orang yang mencari produk dan jasa melalui search engine seperti Google juga akan menemukan iklan tersebut. OLX Indonesia memiliki slogan "Cara Tepat Jual Cepat".

Strengths (Kekuatan) : 
  •  OLX sangat mudah diakses dalam hal mendaftar, menjual (memasang iklan) ataupun membeli.
  • Mudah ditemukan di search engine.
  • Tidak hanya bisa menjual barang baru, tetapi juga bisa menjual barang bekas yang masih bisa dipergunakan (dari segi penjual).
  •  OLX sudah banyak dikenal banyak orang.

Weaknesses (Kelemahan) :
  •  Rawan terjadi penipuan akibat bebasnya memasang iklan
  • Tampilannya web kurang menarik
  •  Terdapat beberapa barang yang tidak sesuai dengan yang dipasang pada iklan
  • Hanya menggunakan bahasa Indonesia saja, jadi sulit untuk WNA yang ingin mengakses dan bertransaksi

Opportunities (Peluang) :
  • Peluang bagi orang yang ingin berbisnis secara online
  • Memudahkan orang yang ingin menjual barang-barang miliknya
  • OLX lebih mudah dan lebih familiar dimasyarakat, jadi banyak pelanggan / pengunjung yang mengunjungi.

Threats (Ancaman) :
·         Semakin banyak pesaing yang menyediakan layanan yang sama
·         Banyak penjual yang tidak jujur dalam menjual barang
·         Masih banyak barang-barang yang kualitasnya kurang bagus, bisa mengakibatkan pengunjung beralih ke toko online lain.
·         Rentan terhadap penipuan

CARREFOUR
Perusahaan ritel yaitu Carrefour  ikut memanfaatkan internet untuk mendukung kegiatan bisnis mereka. Carrefour memiliki web pribadi yang berisi tentang perusahaan mereka dan juga data-data atau produk apa yang mereka tawarkan serta adanya informasi-informasi seperti diskon atau promo-promo lainnya, disamping itu juga Carrefour menyiapkan pelayanan pesan antar bagi para pelanggannya untuk mengakses atau berbelanja via online. Sistem pembayaran yang Carrefour tawarkan dengan e-commerce hampir sama dengan pada umumnya yaitu menggunakan credit card dan dengan keamanan yang terjaga dan aman dari tindakan criminal.

Strengths (Kekuatan) : 
  • Pemimpin pasar( Market Leader) 
  •  Keberanian untuk memasukan pasar  yang disuport oleh partner joint venture
  •  Kualitas toko yang tinggi dengan didasarkan pada basis pelanggan yang cukup besar
  • Bisnis retail terbesar kedua di dunia dan bisnis retail terbanyak secara international
  • Merk yang kuat diberbagai segmen pasar
  • Pemimpin dunia didalam bisnis hypermarket
  • Perkembangan e-commerce yang menjadi trend saat ini

Weaknesses (Kelemahan) :
  • Permintaan yang besar tergantung pada pasar
  •  Kurang memperhatikan aspek etika bisnis yang telah ditetapkan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha)

Opportunities (Peluang) :
  • Memperluas area produk dan pelayanan melalui diperluasnya area layanan produk
  • Pertumbuhan penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan mengkonsumsi barang secara instant

Threats (Ancaman) :
  •  Yang ancaman pasarnya tidak dapat mendukung lebih banyak outlet
  • Krisis ekonomi global menyebabkan penurunan transaksi perdagangan
  • Tidak diketahuinya pajak yang ditetapkan oleh tiap barang karena pajak dibebankan kepada perusahaan


GO-JEK INDONESIA
Go Jek Indonesia adalah suatu jasa transportasi yang ada di jakarta yang beroperasi sejak tahun 2011, Go-Jek merupakan pionir penyedia jasa layanan ojek profesional. Berusaha menawarkan faktor kecepatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para pelanggannya

Strengths (Kekuatan) : 
  • Kekuatan dari dalam yang dimiliki oleh Go-jek adalah satu-satunya model alat transportasi umum yang menawarkan berbagai macam kemudahan Selain menyediakan jasa antar jemput penumpang, Go-Jek juga menyediakan jasa lain yang cukup membantu seperti kurir instan, dan personal shopping tercepat, selain itu keunggulan dari go-jek ini adalah menggunakan layanan sms, telephon dan aplikasi mobile jadi penumpang tidak perlu menghampiri tukang ojek cukup telephon atau mengirim pesan Go-jek akan menghampiri anda.

Weaknesses (Kelemahan) :
  • Kelemahan dari Go-jek ini adalah ketika pelanggan menggunakan layanan personal shopping mungkin barang yang di inginkan kurang sesuai dengan yang di inginkan ketika kurang lengkap menjelaskan barang apa yang ingin dibeli dan saat ini go-jek masih menyediakan credit untuk pembelian barang tidak lebih dari satu juta rupiah

Opportunities (Peluang) :
  • Peluang yang yang dimiliki Go-jek ini adalah Go-jek dapat memperluas jangkauan nya sampai ke kota-kota besar di indonesia bukan hanya di Jakarka karena dengan adanya Go-jek Indonesia ini dapat juga membantu Tukang Ojek lainnya dalam hal beroperasi sehingga struktur tranportasi umum di Indonesia menjadi lebih baik kedepannya.

Threats (Ancaman) :
  • Ancaman yang akan dihadapi go-jek saat ini adalah munculnya pesaing baru yang bergerak di bidang yang sama
TUGAS 4 E-COMMERCE

Nama : Ni Luh Ayu Noviasari
Nim   : 13110111064
Kelas : MPB/6
MANAJEMEN PERHOTELAN

Pengertian E-Commerce

E-Commerce adalah kegiatan komersial dengan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

Pengertian E-Business

E-Business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi elektronik seperti komputer dan internet. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

Perbedaan antara keduanya adalah sebagai berikut:    
  •  Perbedaan yang mendasar antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan e-commerce memang benar-benar money oriented (berorientasi pada perolehan uang), sedangkan e-business berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya. 
  •    E-business lebih luas dalam lingkup dan e-commerce hanya merupakan satu aspek atau satu bagian dari e-business.
  •  E-commerce hanya mencakup transaksi bisnis seperti membeli dan menjual barang dan jasa melalui internet.
  •  E-business melibatkan pemasaran, perancangan produk, evaluasi layanan konsumen, dll.